Bintaro.net
Artikel
esDeeSongs
Kuliner
Iklan Baris
Produk
Kategori
Marketplace
Iklan Baris
Login
Cari
Daftar Artikel
Buat Artikel Baru
Judul Artikel
Sub Judul Artikel
Isi Artikel 1
1. Bagaimana Gempa Terjadi di Dalam Tanah
Bumi tersusun atas lempengālempeng raksasa yang terus bergerak sangat pelan. Namun, terkadang lempeng-lempeng itu terkunci karena gesekan kuat. Tekanan terus menumpuk selama bertahun-tahun bahkan ratusan tahun. Saat tekanan sudah terlalu besar untuk ditahan, kuncinya patah. Terjadilah pelepasan energi tiba-tiba yang kita rasakan sebagai guncangan gempa bumi. Di dalam tanah, terjadi hal-hal penting berikut :
1. Patahan Bergerak (Fault Slip)
Bidang patahan yang terkunci tiba-tiba bergeser beberapa sentimeter sampai beberapa meter. Pergerakan kecil ini bisa menghasilkan guncangan besar.
2. Gelombang Seismik Menyebar
Energi dilepaskan dalam bentuk gelombang: Gelombang P (Primer): paling cepat, getarannya kecil, biasanya tidak terasa. Gelombang S (Sekunder): lebih lambat, tetapi getarannya kuat. Gelombang Permukaan: paling merusak, mengguncang bangunan.
3. Tanah Bisa Mengalami Likuefaksi
Jika tanah berpasir dan jenuh air, guncangan bisa membuatnya seperti cairan. Akibatnya Bangunan miring, Jalan amblas, Tiang listrik tumbang. Fenomena ini pernah terjadi parah di Palu (2018).
4. Deformasi Tanah
Tanah bisa Retak, Bergeser, Terangkat dan Turun (subsidence). Bahkan dalam gempa besar, daratan bisa bergeser beberapa meter dalam hitungan detik.
2. Bisakah Ilmu Pengetahuan Memprediksi Gempa?
Jawabannya
Belum bisa
. Hingga hari ini, tidak ada teknologi yang bisa memprediksi kapan, di mana, dan seberapa besar gempa secara pasti. Ilmu pengetahuan
hanya bisa memetakan zona berpotensi gempa
. Wilayah yang berdekatan dengan patahan aktif bisa dianalisis untuk menghitung potensi kekuatan maksimal gempa dalam zona itu. Misalnya Patahan X mampu menghasilkan gempa sampai M7.5.
Melakukan Early Warning (Peringatan Dini Gelombang)
Bukan prediksi, tetapi deteksi cepat. Sistem mendeteksi gelombang P (yang tidak merusak) dan mengirim peringatan beberapa detik sebelum gelombang S tiba.
Mengapa gempa sulit diprediksi ?
Proses di dalam bumi sangat kompleks. Gerakan patahan tidak terlihat oleh mata, tidak ada pola yang konsisten. Kita hanya bisa mengurangi risiko, bukan mencegah atau memprediksi gempa.
3. Apa yang Harus Dilakukan Saat Gempa
A. Jika Anda BERADA DI DALAM RUMAH
1. DROP - COVER - HOLD ON
Ini standar internasional: DROP, segera merunduk COVER, berlindung di bawah meja kuat HOLD ON, pegang kaki meja sampai guncangan berhenti
2. Jauhi kaca, jendela, lemari
Benda besar bisa jatuh dan melukai.
3. Jangan lari saat gempa masih berlangsung
Banyak korban jatuh akibat berlari saat bangunan berguncang.
B. Jika Anda BERADA DI LUAR RUANGAN
Jauhi gedung, tiang listrik, papan reklame, pohon besar, cari area terbuka dan jauhi tiang listrik, khawatir ada kabel listrik yang putus
C. Jika Anda BERADA DI DALAM MOBIL
Hentikan kendaraan secara perlahan, jangan berhenti di bawah jembatan atau flyover dan tetap di dalam mobil sampai aman
D. Bila Tinggal di Dekat Pantai
Jika gempa berlangsung lebih dari 20 detik, atau terasa sangat kuat, segera
LARI KE TEMPAT TINGGI
karena ini bisa menjadi tanda tsunami. Jangan menunggu sirine.
4. Apa yang Harus Dilakukan Setelah Gempa
Matikan listrik dan gas bila aman, cek anggota keluarga, keluar ke lapangan terbuka dan jangan kembali ke rumah sebelum dipastikan aman. Waspadai adanya gempa susulan
5. Bagaimana Cara Mengurangi Risiko Gempa
Bangun rumah dengan standar tahan gempa, simpan tas darurat (senter, air, obat, makanan, radio), ikuti pelatihan evakuasi, kenali jalur evakuasi di lingkungan sekitar dan jangan mengubah struktur rumah sembarangan Gempa adalah fenomena alam yang terjadi karena pergerakan patahan di bawah tanah. Ilmu pengetahuan belum bisa memprediksi gempa, tetapi dapat mengurangi risikonya. Kesiapsiagaan dan pengetahuan tindakan tepat saat gempa adalah kunci keselamatan.
Isi Artikel 2
Isi Artikel 3
Status Tayang
Ya
Tidak
Simpan
Kembali