Bintaro.net
Artikel
esDeeSongs
Kuliner
Iklan Baris
Produk
Kategori
Marketplace
Iklan Baris
Login
Cari
Daftar Artikel
Buat Artikel Baru
Judul Artikel
Sub Judul Artikel
Isi Artikel 1
QRIS yang awalnya cuma buat bayar-bayar di warung kopi, toko kecil sampai minimarket, sekarang udah naik level! Bukan cuma jagoan lokal, tapi mulai melebarkan sayap ke luar negeri. Biar makin ngeh, nih penjelasan versi santai tapi tetap lengkap. 1. Siapa sih di balik QRIS ? Bukan seleb TikTok, bukan idol K-pop… QRIS itu proyeknya Bank Indonesia (BI). Mereka bikin sistem ini bareng-bareng sama bank, e-wallet, dan para pemain fintech supaya semua QR code pembayaran di Indonesia satu standar. Biar simpel: scan dan bayar, tanpa ribet. Mulai resmi jalan tahun 2019, dan sejak itu jadi primadona pembayaran cashless. 2. QRIS itu dipakai buat apa aja ? Bisa dipake di luar negeri ngga ? Awalnya QRIS cuma buat : - Belanja di toko - Bayar makan - Donasi - Warung kaki lima - Jajan minuman boba (yang bikin kantong jebol itu) Tapi sekarang, QRIS mulai go international alias bisa dipakai di beberapa negara. Malaysia, Thailand, Singapura, dan mulai merambah ke Jepang. Yang lain seperti Korea, Arab Saudi, China masih tahap penjajakan. Jadi kalau kamu lagi jalan-jalan ke luar negeri, tinggal buka aplikasi pembayaran Indonesia, lalu scan QR merchant di sana dan bayar. Harga otomatis dikonversi, nggak perlu ribet nyari money changer atau pegang uang tunai banyak-banyak. Tinggal gaya aja. 3. Cara jadi merchant QRIS (praktis banget kok) Kalau kamu punya usaha dan pengen terima pembayaran QRIS, caranya simpel 1. Pilih penyedia QRIS Bisa lewat bank, e-wallet, atau payment gateway. 2. Daftar online / datang ke cabang Isi formulir sederhana. 3. Upload dokumen KTP, rekening bank, kadang foto tempat usaha. 4. Tunggu verifikasi Biasanya cepat, tergantung penyedianya. 5. Dapat QRIS-mu sendiri Bisa QR statis (satu kode permanen) atau dinamis (tiap transaksi beda nominal). 6. Tempel QR-nya dan tinggal terima pembayaran Gampang banget. Pedagang kecil aja bisa bikin, apalagi kamu yang usahanya cakep. 4. Ada negara yang “terganggu” nggak sama QRIS ? Gini… Nggak ada negara yang jelas-jelas bilang “Eh Indonesia, jangan pakai QRIS di sini!”. Tapi… ada beberapa pemain besar dari luar negeri (kayak jaringan kartu internasional) yang mulai "kegerahan". Kenapa ? Karena QRIS itu bikin pembayaran jadi lewat jalur lokal, otomatis lahan bisnis mereka agak kegeser. Tapi ini lebih ke kompetisi bisnis, bukan drama antarnegara. Jadi kalau ditanya “Ada negara yang sebel ?”. Negara sih nggak, tapi perusahaan besar tertentu, mungkin iya… dikit-dikit cemburu. Namanya juga persaingan. 5. Sisi positif dan tantangan (biar makin melek) Positif Turis Indonesia gampang bayar di luar negeri. Merchant lokal makin gampang nerima uang digital. UMKM makin go digital. Ekonomi jadi lebih rapi karena semua transaksi tercatat. Tantangan Perlu kerja sama antarnegara karena ngga bisa ujug-ujug dipake di semua negara. Butuh sistem konversi valas yang aman. Harus terus jaga keamanan data dan transaksi. QRIS itu ibarat anak kampung yang sukses besar, dulu cuma jaga warung, sekarang udah keliling dunia. Dimulai dari Bank Indonesia, dipake buat apa aja, jadi merchant gampang banget, dan kalaupun ada yang “risih”, ya bukan negaranya, cuma pemain besar yang ngerasa tersaingi. Makin lama makin banyak negara yang bakal join, jadi siap-siap aja ke luar negeri cukup bawa ponsel, dompet boleh ketinggalan.
Isi Artikel 2
Isi Artikel 3
Status Tayang
Ya
Tidak
Simpan
Kembali